1 . Anti bakterial
Dapat menghancurkan bakteri-bakteri yang mengganggu, misalnya bakteri pengganggu pada produk makanan yang diawetkan.
2 . Pembuatan insulin
Virus penyebab kanker dapat dicangkokkan bersama gen-gen penghasil insulin atau zat lain ke bakteri sehingga bakteri tersebut berbiak dengan cepat dan sekaligus memproduksi insulin atau zat lain.
Dapat menghancurkan bakteri-bakteri yang mengganggu, misalnya bakteri pengganggu pada produk makanan yang diawetkan.
2 . Pembuatan insulin
Virus penyebab kanker dapat dicangkokkan bersama gen-gen penghasil insulin atau zat lain ke bakteri sehingga bakteri tersebut berbiak dengan cepat dan sekaligus memproduksi insulin atau zat lain.
Berikut
adalah beberapa manfaat dari penciptaan virus ini :
Virus dapat
digunakan untuk memproduksi interveron yaitu sejenis senyawa yang
dimanfaatkan untuk mencegah replikasi virus di dalam sel induk.
Virus juga
dimanfaatkan untuk pembuatan vaksin berbagai jenis mikroba penyebab penyakit
bagi manusia seperti: vaksin sabin dan salk untuk mencegah
penyakit polio vaksin pasteur untuk mencegah penyakit rabies.
Virus juga
dapat dimanfaatkan sebagai antibakterial karena dapat menghancurkan
bakteri-bakteri yang mengganggu pada produk-produk makanan yang diawetkan.
Virus juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan insulin.
Sebagai contoh virus penyebab kanker dapat dicangkokkan bersama dengan gen-gen
penghasil insulin atau zat lain ke bakteri sehingga bakteri tersebut
dapat berkembangbiak dengan cepat dan sekaligus memproduksi insulin atau
zat lain.
Beberapa virus dapat
dimanfaatkan untuk re-kombinasi genetika. Melalui terapi gen, gen penyebab
inveksi yang terdapat di dalam virus dapat diubah menjadi gen baik (gen
Penyembuh).
Virus bermanfaat
sebagai antibodi pada serum darah sebagaimana sekresi pada membran mukosa yang
membantu tubuh menghancurkan unsur-unsur asing seperti virus (virus melawan
virus).
Virus berguna
sebagai sebagai model sistem untuk mempelajari peristiwa-peristiwa yang
mengendalikan informasi genetik, karena virus sebenarnya adalah
potongan-potongan informasi genetik yang berbeda dengan informasi genetik sel.
3 . Pembuatan vaksin
Vaksin
Vaksin (dari
kata vaccinia, penyebab infeksi cacar sapi yang ketika diberikan kepada
manusia, akan menimbulkan pengaruh kekebalan terhadap cacar), adalah bahan
antigenik yang digunakan untuk menghasilkan kekebalan aktif terhadap suatu
penyakit sehingga dapat mencegah atau mengurangi pengaruh infeksi
organisme alami atau "liar."
Vaksin dapat
berupa galur virus atau bakteri yang telah dilemahkan sehingga tidak
menimbulkan penyakit. Vaksin dapat juga berupa organisme mati atau hasil-hasil
pemurniannya (protein, peptida, partikel serupa virus, dsb.). Vaksin
mempersiapkan sistem kekebalan manusia atau hewan untuk bertahan terhadap
serangan patogen tertentu, terutama bakteri, virus, atau toksin. Vaksin
juga membantu sistem kekebalan melawan sel-sel degeneratif maupun kanker.
Contoh kasus
pada akhir tahun 1700, Edward Jenner seorang dokter asal Inggris mengetahui
dari pasien-pasien di pedesaan bahwa para pemerah susu yang telah terkena cacar
sapi (penyakit ringan yang menginfeksi sapi) ternyata resisten terhadap infeksi
cacar sesudahnya. Dalam percobaannya, Jenner menggoreskan jarum yang mengandung
cairan dari luka seorang pemerah sapi yang telah terkena cacar sapi ke seorang
anak laki-laki. Anak tersebut ternyata resisten terhadap wabah cacar. Virus
cacar sapi dengan virus cacar sangat mirip sehingga sistem imun tidak dapat
membedakan adanya partikel asing. Selain vaksin cacar juga sudah ditemukan
vaksin lainnya, misalnya vaksin polio, vaksin rubela, vaksin campak dan vaksin
gondongan.
Sumber: Biologi 1 Moch Anshori, Djoko Martono; Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional, 2009
Sumber: Biologi 1 Moch Anshori, Djoko Martono; Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional, 2009
Tidak ada komentar:
Posting Komentar